Apakah Hukum Meninggalkan Sholat?

Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat

Telah menjadi kesepakatan kaum muslimin bahwa barangsiapa yang tidak menunaikan sholat lima waktu maka dia telah melakukan suatu perbuatan yang mengantarkannya kepada kekafiran.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum orang yang meninggalkan sholat tetapi orang tersebut tetap meyakini bahwa sholat itu wajib dikerjakan. Perbedaan pendapat tersebut disebabkan oleh hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat adalah kafir, tanpa ada pembedaan yang tegas antara orang yang benar-benar mengingkari kewajiban sholat (al-jaahid) dengan orang yang sekedar meremehkan kewajiban shalat (al-mutahaawin).

Adapun pendapat yang lebih kuat dalam permasalahan ini adalah bahwa orang yang meninggalkan pelaksanaan shalat (meskipun dia yakin bahwa sebenarnya shalat itu wajib dikerjakan) maka dia telah kafir. Hal ini berdasarkan Dalil dari Al-Quran, Surah At-Taubah ayat 11, yang artinya:

“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (Qs. At-Taubah: 11)

Serta Dalil dari Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabul Iman dari sahabat Jabir Ibn ‘Abdillah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya sebagai berikut:

“Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kesyirikan serta kekufuran adalah meninggalkan shalat.”

Sumber: https://muslimah.or.id/181-dirikanlah-shalat-1-muqaddimah.html

Kedudukan Sholat dalam Islam

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sholat adalah ibadah yang paling utama untuk ditunaikan. Salah satu keutamaan shalat adalah bahwa sholat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab di Hari Akhir kelak berkaitan dengan hak Allah atas hamba-Nya.

Sholat menempati kedudukan yang sangat mulia dalam agama Islam, hal ini sebagaimana yang dijelaskan melalui hadits dari ‘Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut ini:

‘Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang maknanya):

“Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu syahadat (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, serta berpuasa pada bulan Ramadhan.”

Sumber: https://muslimah.or.id/181-dirikanlah-shalat-1-muqaddimah.html

Show Buttons
Hide Buttons